Translate

Copyright © 2011 - 2013 Angga Nocip |. Powered by Blogger.

Pengikut

Routing

Hello sobat blogger dah lama yah saya tidak ngepost dah berapa abad yaa, eh salah tahun . Banyak kesibukan di dunia sana termasuk tidur heheh. Yup kali ini saya mau share materi yang saya pelajari di sekolah sebagai pengingat saya dan lainnya . Materi nya yakni "ROUTING" langsung aja kalo gitu ......
Routing adalah proses dimana suatu item (paket data) dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi (jaringan) ke lokasi (jaringan) lain. Beberapa contoh paket data yang dapat di-routing seperti mail, telepon call, data dan lainnya . Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan routing trafik.
Jadi ketika kita ingin mengirim suatu file dari suatu jaringan 1 kejaringan lain. Maka kita harus melakukan routing dari jaringan kita ke jaringan yang kita tuju  (Destination). Maksudnya kita mengenalkan Jaringan 1 ke jaringan tujuan agar file yan kita kirim dapat sampai ke client/komputer di jaringan lainnya. 

Tentunya Untuk melakukan Routing kita juga perlu perangkat untuk Routing yaitu Router. Apabila sobat ingin tahu mengenai Router silahkan Klik Disini "ROUTER"
Lanjut. Proses Routing dibagi menjadi 2 Yaitu Routing Statik dan Routing Dinamis.

1. Routing Statik
2. Routing Dinamis


Cara Sharing Data dan Sharing Printer driver menggunakan kabel Lan antar Komputer ( Peer to Peer )

Hay sobat blogger yah saya lagi mau share nih "ara Sharing Data dan Sharing Printer driver ( Peer to Peer )" seperti yang ada di Warnet - Warnet sekitar kita tapi di sini saya hanya antar PC ( Peer to Peer). dari pada terlalu lama cekidot nyok :D.

Pertama, tancapkan RJ45 yang telah di buat sebelumnya pada kedua komputer jika belum tahu caranya silahkan klik "DISINI" untuk melihat cara membuatnya dan untuk "Peer to Peer ini saya menggunakan RJ47 dengan susunan kabel Cross"

Kedua, tunggu hingga komputer mengidentifikasi kabel Lan, setelah itu klik kanan pada icon di menubar kanan bawah yang terdapat gambar 2 komputer dan pilih "open network conection (pada Xp)" atau "open network and sharing center (pada Win7)" tapi disini saya akan menunjukan dengan sistem operasi Win 7




Ketiga, pilih Change adapter Settings



 Keempat, Klik kanan pada Ethernet dan pilih properties


Kelima, akan muncul jendela seperti di bawah ini klik kiri pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) kemudian pilih Properties




 
 Keenam,  Setting IP addressnya. Disini saya menggunakan IP Address 192.168.1.8 ,  dan ketika kita klik pada Subnet mask otomatis terisi 255.255.255.0 , Kemudia Klik "OK". untuk komputer satunya kita isi sama pada IP Address tetapi pada segment terakhir diganti selain angka "8" agar tidak bentrok jadi harus angka/digit yang berbeda. nah  setting IP siap.



Tapi walau IP Address telah kita atur. Kita belum bisa melakukan Sharing selanjutnya kita harus mematikan Firewall pada setiap PC/Komputer yang kita gunakan

Cara mematikan Firewall sebagai berikut :


1.  Pertama kita masuk ke menu "CONTROL PANEL" lalu pilih "System and Security"

2. Kemudian pilih Windows Firewall



3. Lalu kita pilih "Turn Windows Firewall on or off"  pada kiri layar kalian



  4. kemudian pilih "Turn off" pada semua pilihan kemudian Klik "OK"

Selesai untuk tahap setting ip dan mematikan firewall sekarang kita akan mengecek apakah ip address kita sudah benar melalui command promt

caranya buka commond prompt dan ketikan "ipconfig" jika sudah benar sama seperti ip address yang kita pasang sebelumnya maka akan muncul seperti berikut pada


kemudian kita cek apakah kabel Lan dan Ip address yang kita gunakan pada Komputer satunya dapat tersambung dengan baik pada komputer satunya saya menggunakan Ip Address 192.168.1.21 , kita ketikan pada Command Prompt "ping 192.168.1.21"  jika tidak ada kendala maka akan tampil "Reply ...." seperti dibawah ini.
* jika Request Time Out (RTO) berarti ada kesalahan pada setting Ip Address atau belum mematikan Firewall
** jika muncul Destination Host Unreachable berarti kabel terpasang tidak benar atau putus.


Jika tidak ada masalah lanjut ke Tahap Sharing Data Cekidot.

Sharing Data dan Sharing Printer

1. Pilih Folder yang akan di sharing dan klik kanan kemudian pilih Properties

 2. kemudian pilih Share
3. kemudian muncul window lagi pada kolom tambahkan pilihan everyone seperti pada gambar di bawah ini dan klik add agar dapat di share ke setiap orang terakhir pilih "Share"

4. klik Done untuk menyelesaikan share data.


Yah itu cara share data selanjutnya share Printer cekidot hihi....

1.Pertama masuk kemenu "Control Panel" dan pilih "Views Device and Printer"

2. akan muncul windows lagi dan klik kanan pada printer yang akan di share. Pilih Printer Properties

3. kemudian muncul jendela baru pilih menu "Sharing" yang berada diatas jendela baru itu kemudian beri centang pada pilihan "Share this printer " lalu klik ok.



Yah selesai sekarang Printer dan Data telah kita sharing. walah panjang tapi Indahnya berbagi. jika ada kesalahan silahkan komen demi kebaikan kita berasama. sekian yang bisa saya share tetap Semang-ART.

Pengkabelan menggunakan kabel UTP dan RJ 47 (Straight dan Cross)

Hello sobat Blogger yah maaf telat share nya koneksi lagi lemot T_T karna duit lagi tipis haha barang kali pembaca mau membelikan saya pulsa hahaha, LUPAKAN !. yuk kali ini saya mau share mengenai pengkabelan pada jaringan komputer menggunakan kabel UTP langsung aja cekidot....




Kabel Straight

Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai sesuai standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:


Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  • Menghubungkan antara computer dengan switch
  • Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  • Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  • Menghubungkan switch ke router
  • Menghubungkan hub ke router



Kabel cross over

Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama . Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.


Kabel cross susunannya sama dengan straight tetapi urutan pada kabelnya ada yang di tukar seperti
  • Kabel no.1 ditukar dengan kabel no.3
  • Kabel no.2 ditukar dengan kabel no 6
  • Kabel no.3 ditukar dengan kabel no.1
  • Kabel no.6 ditukar dengan kabel no.2

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  1. · Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. · Menghubungkan 2 buah switch
  3. · Menghubungkan 2 buah hub
  4. · Menghubungkan switch dengan hub
  5. · Menghubungkan komputer dengan router

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.
  • · Kabel 1 dan 2 untuk mengirim (Transfer)
  • · Kabel 3 dan 6 untuk menerima (Recepient)
  • · Kabel 4 dan 5 untuk mengirim suara
  • · Kabel 7 dan 8 digunakan sebagai arus



Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu
kita siapkan, yaitu
  • kabel UTP dan Connector RJ-45












  • Crimping tools












  • RJ-45 LAN Tester




















Kabel UTP Tipe Straight

Sekarang akan kita bahas cara pemasangannya. Yang pertama adalah cara memasang kabel UTP tipe straight. Untuk itu, lakukan langkah-langkah berikut:
  • Kupas ujung kabel sekitar 2 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.Pisangkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya sehingga rata satu sama lain.




  • Susunan kabel UTP tipe straight bisa Anda lihat pada gambar di bawah:



  • Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang saya katakan tadi Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap Anda. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya.


  • Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi yaitu sebagai berikut:
  1. Orange Putih pada Pin 1
  2. Orange pada Pin 2
  3. Hijau Putih pada Pin 3
  4. Biru pada Pin 4
  5. Biru Putih pada Pin 5
  6. Hijau pada Pin 6
  7. Coklat Putih pada Pin 7
  8. Coklat pada Pin 8.
      Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.

kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.




Sekarang Anda sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua. 

Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum.lihat gambar di bawah ini:



Kabel UTP Tipe Cross

Cara memasang kabel UTP tipe straight sudah saya jelaskan tadi. Sekarang saya bahas mengenai cara memasang kabel UTP tipe cross. Cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan memasang  kabel UTP tipe straight. Mengenai teknis pemasanganya sama seperti tadi. Perbedaanya adalah urutan warna  kabel pada ujung kabel yang kedua. Untuk ujung kabel pertama, susunan kabel sama dengan susunan kabel UTP tipe straight yaitu:

  1. Orange Putih pada Pin 1
  2. Orange pada Pin 2
  3. Hijau Putih pada Pin 3
  4. Biru pada Pin 4
  5. Biru Putih pada Pin 5
  6. Hijau pada Pin 6
  7. Coklat Putih pada Pin 7
  8. Coklat pada Pin 8.

Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapun susunan warnanya adalah sebagi berikut:

  1. Hijau Putih pada Pin 1
  2. Hijau pada Pin 2
  3. Orange Putih pada Pin 3
  4. Biru pada Pin 4
  5. Biru Putih pada Pin 5
  6. Orange pada Pin 6
  7. Coklat Putih pada Pin 7
  8. Coklat pada Pin 8.
Hasil akhir kabel UTP tipe cross akan seperti ini:



Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi  yang pasti harus menyala semua setiap led dari nomor 1 sampai 8.

Yah makasih udah mau membaca walau ngantuk ngantuk ngerjakannya yang penting ada yang baca juga senang. kalo ada pertanyaan komen aja yah sobat. Semang-ART

BIOS (Basic Input Output System)

Hello sobat Blogger yah walau lagi hati lagi tak enak dengan masalah tai tetap semanagat heheh, oh iya ni saya share mengenai BIOS . Daripada banyak basa basi langsung aja Cekidot.

Pengertian BIOS

BIOS “Basic Input Output System” biasanya disebut BIOS adalah tingkatan terendah dari perangkat lunak yang mengkonfigurasi atau memanipulasi perangkat keras dan disebut dengan istilah jumper less Komponen PC yang dapat diseting melalui program BIOS dan komponen PC yang dapat disetting hanyalah konponen pokok saja seperti harddisk, disk drives, mouse, dan keyboard. BIOS terdiri dari 3 komponen yaitu :



1. Setup : Berfungsi mengubah konfigurasi PC contohnya seperti Harddisk, Disk Drive, dll.
2. Driver : Berfungsi sebagai software (driver) perangkat keras sisop contohnya seperti Processor, VGA, dll.
3. Program Boot Straper : Berfungsi untuk melakukan proses booting.


Cara Kerja BIOS

a) Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras yang disebut dengan Power On Self Test atau yang sering disebut dengan POST contohnya : mengecek status harddisk dan diskdrive sebagai primary atau secondary dan master atau slave, mengecek kelengkapan hardware seperti mouse dan keyboard.

b) Memuat dan menjalankan sistem operasi.

c) Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer contohnya seperti tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan computer.

d) Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.



Jenis - Jenis BIOS dan Cara Aksesnya

· Ami BIOS => Del
· Award BIOS => Del atau Ctrl + Alt +Esc
· Compaq Bios => F10
· IBM Aptivas => F1
· Microid Research => Esc
· Phoenix BIOS => F2

Konfigurasi BIOS

· Setting Tanggal dan Waktu
Dalam utama atau sistem setup layar Anda dapat melihat tanggal dan waktu. Dengan menggunakan tombol panah, navigasi ke tanggal dan mengubah tanggal. Setelah disorot pada bulan, hari, atau tahun, Anda tekan tombol panah atau halaman atas atau bawah halaman untuk mengubah tombol tanggal.

· VGA Share
VGA Share memory berfungsi untuk mengatur jumlah memory yang dialokasikan untuk VGA Card Onboard yang diambil dari RAM. Biasanya mulai dr 1MB - 384MB.

· Enable atau disable onboard (I/O)
Fungsi BIOS yang dapat menyalakan atau menonaktifkan komponen motheboard on board yang biasanya berada di back panel seperti USB, VGA on board, Sound on board, dan LAN on on board


Cara setting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu dari BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah :

a) Standard CMOS Features, untuk mensetting tanggal, waktu serta melihat/mengenali hardisk yang terdeteksi, dll.
b) Advanced BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama booting) dapat diset disini.
c) Advanced Chipset Features
d) Integrated Peripherals
e) Power Management Setup, pembagian tegangan untuk masing-masing periferal dimana ini sering digunakan untuk overclocking
f) PnP/PCI Configuration, mengkonfigurasi clock/kecepatan dari setiap perangakat yang terpasang pada port PCI/PnP,misal vga pci ,lancard pci, wirelles port pci, HDMI,dll
g) PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Suplly disini.
h) Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh setingan ke mode asalnya (default).
i) Load Optimized Defaults, mengembalikan settingan optimal yang direkomendasikan oleh bawaan pabrik.
j) Set Supervisor Password, memberi kata sandi agar tidak sembarangan user mampu mengubah-ubah settingan BIOS
k) Set User Password, 
l) Save & Exit Setup, menyimpan settingan BIOS lalu keluar.
m) Exit Without Saving , keluar dari layar bios tanpa menyimpan settingan.


Yah demikian yan bisa saya share, kalo mau saran dan kritik bisa tulis di kolom komentar kalo bisa klik tobol like ya, terima kasih dan Salam Budaya.

CMOS [Pengertian, Fungsi, dan cara me - Clear CMOS]

 CMOS (cmplementary metal oxide semiconductor) adalah jenis teknologi sirkuit terpadu. Istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada sebuah chip bertenaga baterai yang ditemukan di banyak komputer pribadi yang menyimpan beberapa informasi dasar, termasuk tanggal dan waktu dan pengaturan sistem konfigurasi, yang dibutuhkan oleh sistem input/output dasar (BIOS) untuk mengawali komputer

 FUNGSI CMOS, 

Bateray atau CMOS berfungsi untuk mengatur waktu yang ada di sebuah PC bateray bertegangan dari 4,5 sampai 6 volt ini memberi tegangan untuk chip CMOS dan chip real timeclock computer non aktif.  Komputer 286/486 memiliki bateray semacam ini yang terpasang langsung ke mainboard. Computer PC yang lebih tua (yang memakai chip mikroprossesor 8006 atau 8008) tidak memiliki fungsi clock pada motherboardnya. Jika ada sebuah Ekspansion card yang memiliki fungsi clock yang dipasang pada computer PC/XT, bateray clock terletak pada ekspansion card tersebut. Diagnosa awal apabila CMOS yang error adalah sebagai berikut :


Muncul pesan pada layar monitor bahwa ada permasalahan pada CMOS ketika menghidupkan computer kita diperingatkan agar menekan tombol F2 yang menenjukan bahwa bateray CMOS sudah lemah sehingga perlu diganti.Tidak ada tampilan dilayar monitor.
Untuk mengatasi hal diatas kita dapat malakukan perbaikan awal dengan mengganti CMOS yang baru, dan apabila pesan tersebut masih muncul kemungkinan trouble terletak pada chip CMOS yang kurang benar , cobalah untuk memeriksanya kemba

Seperti kita ketahui CMOS merupakan memory tempat menyimpan data hardware atau komponen komputer yang terpasang di dalamnya, bila CMOS tidak bekerja dengan normal maka pengoperasian komputer akan mengalami gangguan.

Hal-hal yang membuat CMOS tidak bekerja dengan normal antaralain di sebabkan :

  1. Kemungkinan baterai CMOS telah lemah, sehingga tidak dapat lagi mensupord daya pada CMOS pada saat komputer mati.
  2. Kebiasaan pemakaian peralatan seperti USB Flash Disk, External Hardisk yang langsung di cabut tanpa Safely Remove Hardware, mengakibatkan software yang terpasang dan di data oleh CMOS akan tersimpan dan pada saat komputer di hidupkan lagi CMOS tidak menemukan data Hardware tersebut.
  3. Kemungkinan akibat serangan virus yang menyerang regystry windwos yang berhubungan dengan CMOS sehingga antara CMOS dan windows tidak sinkron.
  4. Akibat terlalu seringnya komputer di matikan tanpa Shutdown, yang mengakibatkan system tidak menyimpan setting CMOS, dan CMOS siap untuk menyimpan setting komponen karena dimatiin mendadak.
  5. Bila CMOS terganggu maka pemakaian komputer tidak stabil, walaupun seluruh komponen komputer tidak rusak.


Untuk mengatasi hal tersebut anda harus melakukan perbaikan CMOS dengan cara membuang semua memory yang tersetting pada CMOS. Caranya  mengatasinya adalah:


  1. Pastikan PC (Komputer) anda sudah tidak terhubung ke jaringan listrik.
  2. Buka casing PC anda.
  3. Setelah casing PC di buka lihat pada mother board anda Soket Jumper dengan tulisan CLR CMOS (Seperti terlihat pada gambar diatas, biasanya jumper setting tersebut dekat baterai CMOS)
  4. Pin 1 dan pin 2 bila di jumper berarti posisi Normal. cabut jumper dan pindahkan untuk menjumper antara pin 2 dan pin 3.
  5. Setelah anda jumper pin 2 dan pin 3, hidupkan PC, dan biarkan selama setengah menit – satu menit, kemuidian matikan kembali.
  6. Setelah PC mati, kembalikan lagi posisi Jumper Setting keposisi jumper pin 1 dan 2.
  7. Hidupkan PC, maka PC akan meminta anda untuk mensetting Bios, tekan F1 atau Del (Tergantung perintah dari jenis Motherboardnya).
  8. Pilih setting Bios ke Optimise Default system Bios. kemudian tekan F10 untuk menyimpan ke memory Bios serta keluar.
  9. PC akan Restart kembal dan Bekerja secara normal.
Bila PC telah bekerja dengan normal, Shutdown kembali PC, dan tutup casing PC. 

Sekian yang bisa saya share semoga dapat bermanfaat.

Cara memposisikan Hadisk (MASTER or Slave)

     Tentunya ketika Proses Perakitan/ ketika kita ingin menambah kapasitas penyimpanan diperlukan penambahan hardisk berikut cara menambah Hardisk dengan mengatur MASTER/SLAVEnya pada HDD IDE dan SATA

Ø Cara Penyetingan Master dan Slave Pada Harddisk ATA

Pada HDD ATA dalam pengaturan Master dan Slave sangat mudah. Hanya dengan mengganti jumper pada HDDnya. Dan keterangan penempatan jumper itu pun selalu ada pada HDDnya. Misalnya seperti gambar disamping ini dan berikut merupakan contoh penyetingan jumper pada HDD ATA untuk menentukan Master dan Slave.




Ø Cara Penyetingan Master dan Slave Pada Harddisk SATA

Untuk pengaturan Master dan Slave pada HDD IDE/ATA sangat mudah dalakukan hanya dengan merubah jumper. Sedangkan berbeda dengan kakaknya yaitu SATA, terbilang agak sulit karena tidak ada keterangannya pada HHDnya. Namun sebenarnya lebih mudah SATA apabila kita lebih teliti dalam pemasangan kabel data conector SATA tersebut.



Pada gambar diatas terlihat gambar port SATA pada motherboard. Dari gambar disamping dapat kita lihat terdapt perbedaan warna pada port SATA pada motherboard, dan perbedaan warna inilah yang membedakan antara Master dan Slave. Misalnya port yang berwarna hitam yaitu port 1 dan 2 adalah Master sedangkan port yang berwarna merah yaitu port 3 dan 4 yaitu slave. Keterangan ini tergantung pada tiap-tiap motherboard dan biasanya pada motherboardnya terdapat keterangan mana yang master dan yang slave.

Atau anda Dapat melakukan seperti berikut :

Ø Cara 1 untuk setting Dual HDD pada SATA

1. Anda Harus mengetahui secara pasti pada HDD mana OS anda terinstal.
2. Pasang kabel SATA HDD anda yang terinstal OS pada posisi SATA 1, agar anda mudah dan tidak perlu men-setting posisi HDD pada BIOS.
3. Jika sudah terpasang semua anda bisa langsung menggunakannya, namun setelah masuk pada layar destop di tunggu sampai dengan inisialisasi HDD pada HDD yang baru.

Ø Cara 2 untuk setting dual HDD pada SATA

1. Teman2 Harus mengetahui secara pasti pada HDD mana OS anda terinstal.
2. Jika pada penyusunan kabel anda tidak urut, anda diharuskan setting HDD anda melalui BIOS, HDD yang terisi OS diharuskan terdapat pada posisi first(utama).
3. Setelah selesai setting BIOS melalui Configurasi HDD, anda bisa menggunakan HDD teman2 setelah inisialisasi HDD yang baru.

Ø Cara 1 untuk setting dual HDD pada IDE

1. Sama seperti sebelumnya teman2 Harus mengetahui secara pasti pada HDD mana OS anda terinstal.
2. Pasang Jumper anda pada posisi master untuk HDD yang berisi OS, sedangkan yang satunya lagi anda bisa meletakkan jumper pada posisi slave, atau amannya teman2 bisa melepas jumper tersebut.
3. Nyalakan komputer anda dan lakukan inisialisasi HDD sewaktu startup


Ø Cara 2 untuk setting dual HDD pada IDE

1. Teman2 Harus mengetahui secara pasti pada HDD mana OS anda terinstal.
2. Jika pada penyusunan jumper anda tidak urut, anda diharuskan setting HDD anda melalui BIOS, HDD yang terisi OS diharuskan terdapat pada posisi first(utama).
3. Setelah selesai setting BIOS melalui Configurasi HDD, teman2 bisa menggunakan HDD anda setelah inisialisasi HDD yang baru.


Sekian yang bisa saya share mengenai "Cara memposisikan Hadisk (MASTER or Slave)". terimakasih sempat membaca.

Membuat Flashdisk Bootable di CMD Tanpa Software

cara membuat bootable flashdisk dengan cmd tanpa software. Dalam proses instalasi OS laptop atau komputer yang tidak memiliki CD/DVD Room biasanya kita menggunakan flashdisk sebagai media untuk melakukan proses instalasi OS pada komputer tersebut. Hanya saja flashdisk tidak dapat langsung dijadikan sebagai bootable untuk melakukan proses instalasi. Perlu beberapa langkah atau software khusus yang dapat membuat flashdisk tersebut bootable. Banyak sekali freeware yang bisa Anda gunakan, namun tidak semuanya memiliki kemampuan yang baik. Untuk kali ini ieuwelah.com akan mencoba untuk memberikan tutorial membuat flashdisk bootable tanpa software yaitu dengan menggunakan perintah-perintah di command prompt. Untuk lebih jelasnya silahkan untuk mencobanya berikut ini :

Langkah 1
Pastikan flashdisk sudah terpasang pada komputer. Tekan Win+R lalu ketikka cmd.

Langkah 2
Ketikkan diskpart lalu tekan Enter. Maka akan muncul jendela baru.

Langkah 3
Pada jendela diskpart tadi, ketikkan list disk lalu Enter, untuk melihat list disk yang ada pada komputer Anda.

membuat flashdisk bootable dengan cmd

Langkah 4
Cari flashdisk Anda. Pada gambar di atas, flashdisk yang saya gunakan memiliki kapasitas 8GB atau 7719MB yang berarti flashdisk saya adalah Disk 2. Ketikkan select disk 2 lalu Enter, untuk memilih disk yang akan digunakan. 
harap perhatikan jangan sampai salah memilih disk.

Langkah 5
Ketik clean lalu Enter, 
membuat flashdisk bootable dengan cmd
Ketik create partition primary lalu Enter,
membuat flashdisk bootable dengan cmd
Ketik select partition lalu Enter,
membuat flashdisk bootable dengan cmd
Ketik active lalu Enter,
membuat flashdisk bootable dengan cmd
Lakukan format flashdisk, dengan cara ketikkan format fs=fat32 lalu tekan Enter. Tunggu sampai proses selesai. 
membuat flashdisk bootable dengan cmd
Jika sudah selesai, ketikkan assign lalu Enter. Ketikkan exit untuk keluar dari CMD. 

Langkah 6
Flashdisk kini sudah dapat digunakan sebagai bootable. Langkah selanjutnya adalah tinggal Anda Copy isi dari OS Windows yang akan Anda install ke flashdisk tersebut.

Langkah 7
Setelah dicopy, Anda dapat langsung melakukan proses instalasi dengan flashdisk tersebut. Jangan lupa untuk mensetting boot di BIOS ke USB terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat :)

Instalasi Windows NT 4.0

1 -. Boot komputer dengan disket DOS yang memiliki setidaknya FDISK, FORMAT, dan CD-Rom.

Gunakan FDISK membuat partisi 2Gb pada disk tetap dan mengatur partisi aktif. Ketika keluar FDISK komputer akan reboot untuk menyimpan informasi partisi.

Setelah restart, Format C:



2 - Masukkan Windows NT 4.0 Server CD-Rom dan ketik "D: \ i386 \ winnt / b".. Ini memulai proses instalasi.
Tekan enter di layar setup Windows NT.

Setelah file telah disalin anda akan diminta jika Anda ingin reboot. Tekan Enter

 
3 -. Setelah reboot. Layar Windows Setup NT. Tekan enter.
Tekan enter.

Halaman ke bawah, halaman ke bawah. Tekan F8 untuk menerima perjanjian lisensi.

Ketika pengaturan daftar pers informasi komputer masukkan menerimanya.


4 -. Pilih partisi disorot dan tekan enter.


Mengubah partisi menjadi NTFS dan tekan enter.

Tekan "C" mengkonversi sistem file.

Verifikasi jalan untuk menginstal file (D: \ WINNT), dan tekan enter.

 

5 -. Biarkan sistem lakukan, oh begitu pemeriksaan lengkap atas komputer Anda.
Tekan enter.


Hapus semua disk dan tekan enter untuk merestart.

Sisipkan Windows NT 4.0 Server CD-Rom, lalu klik [OK] saat diminta.

  6 -. Klik [Next] pada Windows NT Server versi 4.0 Setup.

Pada nama organisasi dan jendela, masukkan yang Anda inginkan.
Jadilah imajinatif. Klik [Next].

Masukkan CD kunci (040-0048126) dan klik [Next].

 
7 -. Pilih "per server" dan meningkat menjadi 10 koneksi. Klik [Next].

Masukkan "NT2" untuk nama komputer (nama NetBIOS) dan menentukan jenis Server "BDC" dan klik [Next].


Masukkan password account administrator dan mengkonfirmasi, kemudian klik [Next].

Pilih "no" ketika ditanya apakah Anda ingin membuat disk perbaikan darurat. Klik [Next].

 
8 -. Pilih komponen yang ingin Anda instal.
Klik [Next].


Ketika layar pengaturan Windows NT muncul lagi, klik [Next].

Pilih "Wired ke jaringan" Ketika ditanya untuk pilihan koneksi dan klik [Next].

Hapus tanda centang pada "Instal Microsoft Internet Information Server (IIS)" dan klik [Next].

 
 9 - Ketika ditanya untuk driver NIC, masukkan disk driver No.1 di floppy A: dan klik [Memiliki Disk].

Pilih "3com Cepat Etherlink / Etherlink XL PCI Bus Master NIC (3C905B-TX) dan klik [OK].

Pilih Protokol yang akan diinstal (NetBEUI, IPX / SPX, TCP / IP) dan klik [Next].

 

10 -. Masukkan disk # 2 saat diminta dan klik [OK].

Pilih "No" ketika ditanya apakah server DHCP akan digunakan.

 





11 - Ketika jendela TCP / IP properti muncul memberikan berikut.:
a. Alamat IP = 172.16.102.3

b. Subnet Mask = 255.255.254.0
c. Default gateway = 172.16.102.1
(CATATAN IP ADDRESS AKAN ANDA PALING KEMUNGKINA BERBEDA)

 
12 -. Klik [OK].

Klik [Next] untuk memulai jaringan.

Masukkan domain (TM2) dan klik [Next].

Klik [Finish]


13 -. Pilih zona waktu dan tanggal dan klik [OK]

Klik [OK] untuk menerima display adapter.

Klik [OK] untuk menyimpan pengaturan.

Klik [OK]



14 -. Ketika "Instalasi Selesai" muncul layar. Hapus semua disk dan klik [Restart Komputer].

Bila diminta, tekan ctrl + alt + del untuk login.
..

Cara menginstall Windows 98

logo windows 98

1) Nyalakan computer terlebih dahulu
2) Setelah menyala tekan F2 untuk masuk ke bios
3) Atur posisi CD_ROM yang pertama, lalu Hard disk, setelah itu Removable Device
4) Setelah selesai mengatur posisi tekan F10 untuk menyimpan settingan BIOS dan me-restart secara otomatis
5) Masukkan CD Windows 98 pada CD-rom
6) Lalu akan muncul dua pilihan, yaitu : 1. Boot from hard disk dan 2. Boot from CD-ROM. Pilih yang no. 2
7) Lalu akan muncul 3 pilihan. Pilih yang no 2. Start coputer with CD-ROM support, tunggu sebentar
8 ) Setelah itu muncul A:\> . Ketik “fdisk” lalu tekan enter
9)Pilih “Y” untuk pengaturan partisi hard disk berkapasitas besar, tekan enter


Tutorial Dasar Photoshop CS3



logo photoshop cs3
Kali ini kami akan memberi gambaran dasar tentang Photoshop, tetapi sebelum itu kita harus mengenal photoshop dahulu, berikut adalah ringkasannya. Program adobe photoshop adalah sebuah software pengolah grafis (tampilan teks maupun gambar) yang powerpull, dengan software Photoshop Anda dapat membuat alat promosi berupa brosur, flyer, poster, banner, mendisain sebuah website, merancang menu interaktif, memanipulasi foto, dan mewarnai gambar. untuk mendesain visual-visual yang menarik pada website sebenarnya masih banyak sofware pengolah grafis lainnya seperti Firework, Painshop Pro, Corel Photopaint, Gimp (untuk linux) tetapi lebih baik menggunakan software yang mempunyai fasilitas-fasilitas optimalisasi gambar untuk web seperti fungsi save for web pada photoshop. sebelum memulai apabila ada yang belum punya klik disini untuk Portble photoshop CS3


mengenal lingkungan kerja pada PhotoShop, yang terdiri dari menu bar, toolbox, option bar, status bar, pallete, canvas